Alamat / Address
Jl. Wolter Monginsidi No 40 Pedurungan Tengah Pedurungan – Semarang Timur
Minggu, 12 Juli 2026
00:00 - 23:59 WIB
Emergency / UGD

Ingin Cabut Gigi? Perhatikan 5 Hal Penting Ini Agar Prosedur Aman

Pencabutan gigi seringkali menjadi langkah medis terakhir ketika gigi sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Namun, prosedur ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Agar proses penyembuhan berjalan cepat dan bebas komplikasi, drg. Lola Carola dari Klinik Esensia membagikan panduan persiapan bagi para pasien.

1. Jangan Datang dengan Perut Kosong

Sangat disarankan bagi pasien untuk makan terlebih dahulu sebelum tindakan. Hal ini penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil dan mencegah rasa lemas atau pingsan saat prosedur berlangsung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat sakit maag.

2. Puasa Merokok Minimal 12 Jam

Bagi Anda perokok aktif, wajib berhenti merokok setidaknya 12 jam sebelum pencabutan. Kandungan dalam rokok dapat membuat air liur menjadi asam dan meningkatkan jumlah bakteri di mulut, yang berisiko memperlambat proses penutupan luka pasca-cabut.

3. Kontrol Tekanan Darah dan Gula Darah

Kondisi tubuh harus dalam keadaan prima:

  • Hipertensi: Tekanan darah yang aman untuk pencabutan adalah di bawah 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi berisiko menyebabkan perdarahan hebat.

  • Diabetes: Gula darah yang tidak terkontrol membuat luka bekas pencabutan sulit sembuh. Pasien diabetes disarankan membawa hasil laboratorium terbaru dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebelum ke dokter gigi.

4. Jujur Mengenai Riwayat Penyakit dan Obat

Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti Aspirin). Hal ini krusial untuk mencegah risiko infeksi jantung (endokarditis) serta perdarahan yang sulit berhenti.

5. Aturan Khusus untuk Ibu Hamil

Ibu hamil tetap bisa melakukan pencabutan gigi, namun waktunya harus tepat. Waktu yang paling aman adalah pada Trimester Kedua (usia kehamilan 4–6 bulan). Pencabutan pada trimester pertama atau ketiga sebaiknya ditunda karena risiko stres atau efek obat bius yang dapat memicu kontraksi dini.

POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI